Minggu, 23 September 2012

Hindari Enam Kesalahan Ini Saat Menyusun Bisnis Plan


Kesuksesan dalam berbisnis ditunjang oleh banyak hal. Selain modal, faktor perencanaan sangat menentukan keberhasilan atau kegagalan dalam membangun usaha. Meski bermodal kecil, banyak pebisnis yang sukses lantaran punya perencanaan (business plan) yang matang.

Namun berhati-hatilah saat membuat skema business plan. Situs about.com mengatakan ada enam kesalahan yang sering terjadi dalam penyusunan rencana usaha. Jika hal ini terjadi, salah-salah bisnis anda bisa gagal total. Apa saja yang harus diwaspadai?
  1. Tak menyusun rencana jangka panjang

    Kesalahan ini paling sering dilakukan pebisnis pemula. Mereka beranggapan pengusaha harus mengeksekusi ide yang bisa saja muncul secara tiba-tiba. Setelah proyek itu berhasil, mereka lantas riang dan langsung memikirkan ide baru tanpa berniat melanjutkan kesuksesan sebelumnya.

    Jika Anda masuk dalam golongan pengusaha semacam itu, segera ubah dan ingat satu pepatah bijak: Orang yang gagal dalam perencanaan adalah orang yang gagal sesungguhnya.
  2. Tujuan yang tak jelas

    Filosofi dari business plan adalah solusi untuk masalah yang menghadang usaha Anda. Jadi singkirkan motivasi lainnya. Biasanya, pengusaha pemula membuat rencana bisnis sebagai syarat untuk mengajukan pinjaman bank atau menggaet investor. Jika cuma itu motivasinya, lupakan niat anda untuk berbisnis.
  3. Tak memiliki model yang jelas

    Bisnis yang sukses ialah yang menghasilkan profit. Sayang, hal ini kerap diartikan secara sempit. Banyak calon pengusaha yang hanya memikirkan rencana pemasaran produk dalam business plan. Padahal diperlukan satu model yang lebih rumit, diantaranya cara menghasilkan pendapatan melebihi beban yang harus dikeluarkan.
  4. Kurang riset

    Riset menjadi salah satu unsur business plan yang baik. Sebelum berbisnis, anda harus mengetahui nilai pendapatan calon konsumen, barang apa yang tengah menjadi tren, apa saja strategi para pesaing dan analisis lainnya. Semakin lengkap datanya, semakin mantap business plan anda.
  5. Mengabaikan fakta

    Tujuan dan strategi bisnis di kepala anda hanyalah satu bagian dari business plan yang baik. Jangan lupa, kondisi pasar harus diperhitungkan dalam penyusunan model bisnis. Karena itu, pengujian respons pasar menjadi penting dalam rangkaian kegiatan penyusunan business plan.
  6. Tak mencantumkan proyeksi keuangan

    Tiga hal ini jangan dilupakan saat anda menyusun business plan: neraca laba rugi, proyeksi cash flow serta neraca utang berbanding aset (balance sheet). Untuk itu, Anda perlu menghitung modal yang diperlukan untuk memulai usaha, simulasi penjualan dan pendapatan serta rencana laporan keuangan. Investor pasti akan menanyakan hal ini: berapa banyak pendapatan yang bisa dihasilkan dalam tahun pertama?
Sumber : msn.com

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls