Rabu, 10 Oktober 2012

Cara Jitu Perbaiki Citra POLRI


Pasti beberapa hari ini saat kita melihat tayangan berita di televisi, selalu ada berita perseteruan antara KPK dan POLRI. Tak hanya elit politik dan tokoh di negeri ini, berbagai kalangan sepertinya pun senang untuk berkomentar mengenai masalah ini, seakan - akan ingin didengarkan bahwa apa yang mereka sampaikan adalah benar dalam masalah ini. Tak terkecuali saya, kali ini kita akan bahas mengenai Institusi POLRI yang sebenarnya saat ini sedang terpojok dalam masalah ini. Secara teknis mungkin tidak ada masalah dalam menanggapi perseteruan ini, namun secara kepercayaan sebenarnya, menurut saya, POLRI sedang dalam kondisi yang payah.

Berbagai upaya pun telah dilakukuan POLRI untuk mengembalikan citranya yang dalam kurun waktu belakangan ini selalu dipandang negative oleh masyarakat. Tak terkecuali dalam kasus perseteruan antara KPK dan POLRI ini, yang sudah kita ketahui bahwa perseteruan ini bukanlah yang pertama bagi kedua belah Instansi Penegak Hukum ini. Telah ada beberapa kasus sebelumnya yang terjadi diantara mereka ( KPK dan POLRI ). Namun dari kasus - kasus sebalumnya sepertinya masyarakat telah memberikan penilaian yang kurang bagus untuk pihak POLRI. Kesan yang ditangkap oleh masyarakat sejauh ini lebih kepada sifat egois POLRI yang seakan tidak rela jika kekurangan dalam tubuh oraganisasi mereka diperbaiki oleh orabng lain. Benar, secara prosedural pastilah ada pihak interen POLRI yang akan menangani jika ada kekurangan dalam tubuh mereka. Misalnya, ada anggota mereka yang ternyata terbukti melakukan tindak Pidana, maka saya yakin akan ada peraturan yang mengatur Divisi mana dari oraganisasi POLRI yang akan menangani hal tersebut. Tapi sepertinya Divisi tersebut tidak cukup membuat masyarakat percaya akan penanganan masalah yang menyangkut anggotanya sendiri tersebut dan menurut saya ketidakpercayaan masyarakat itu wajar - wajar saja. Alasan sederhananya adalah "Teman Sendiri". Sehingga yang ada dalam benak masyarakat adalah proses hukum yang akan berjalan tidak maksimal karena yang menangani masalah tersebut adalah sesama anggota POLRI. Kira - kira begitu.

Saya tidak akan membahas KPK atau hubungan antara KPK secara teknis perundang - undangan. Karena KPK adalah satu - satunya Institusi Independen yang saat ini tengah mendapat dukungan dari masyarakat luas.

Masalah koupsi adalah masalah yang "menyebalkan" bagi seluruh rakyat Indonesia. Bukan ! Bukan hanya karena para Koruptor telah menghabiskan dan merugikan Negara, tetapi "menyebalkan" karena akibat yang para Koruptor ini lakukan semakin memperburuk usaha untuk menjadikan Negara ini menjadi Negara maju. Selain itu masyarakat juga merasa bahwa ketidakadilan dalam penindakan (vonis) terhadap Koruptor terlihat begitu nyata. Ketimpangan antara para Koruptor dan masyarakat miskin di Indonesia terlihat begitu besar. Sehingga masyarakat begitu geram dengan semua pelaku korupsi. Siapapun dia, terlebih pelaku tersebut adalah pihak yang seharusnya menjadi penegak hukum.

Saya dan semua lapisan masyarakat ingin melihat POLRI seperti KPK. Bukan masalah masalah bidang yang ditangani, tetapi bagaimana POLRI bisa menjadi kebanggan masyarakat Indonesia, bagaimana POLRI bisa selalu dipercaya dan dicintai masyarakat Indonesia. Kami, masyarakat Indonesia tidak perlu pemaparan teknis kronologi suatu kasus Pidana yang menyangkut anggota POLRI atau undang - undang soal kewenangan POLRI dalam suatu kasus dan lain sebagainya.
POLRI adalah milik seluruh bangsa. Jadi, bersihkan POLRI kami dari para Koruptor sedini mungkin, walau pelan sekalipun. Dan jangan malu untuk mengatakan : "Kami salah atau anggota kami terbukti bersalah, kami mohon maaf dan silakan ditindak sesuai perundangan yang berlaku."

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls