Selasa, 18 September 2012

Mengapa Semua Badai Terlihat Sama?


REPUBLIKA.CO.ID, Setiap foto satelit dari sebuah badai, terlihat sama. Imaji di atas, yang diambil oleh instrumen Pusat Penerbangan Luar Angkasa, Goddard NASA, yakni satelit Terra dan Aqua, adalah salah satu contoh kasus.

Bentuk yang luar biasa mirip itu terkait dengan pembentukan badai, ujar pakar meteorologi, dari National Oceanic and Atmospheric Administration

Badai adalah tipe siklon tropical, sistem angin kencang dan topan yang berotasi. Mereka terbentuk di atas perairan laut hangat dekat garis khatulistiwa. Ketika suhu udara hangat, udara yang lembab naik ke atas, menciptakan area bertekanan rendah di tempat tersebut, yang menyedok lebih banyak udara hangat di sekitar. Udara yang lembab mendingin saat naik ke atas, mengembun hingga membentuk awan. Sementara udara hangat berputar terus berputar ke atas seperti cerobong asap raksasa, memuntir awan menjadi superbadai yang berputar.

Di bumi bagian utara, badai-badai selalu berputar berlawanan arah jarum jam, sementara di bagian selatan, mereka berputar searah jarum jam. Alasannya adalah begitu udara hangat naik, rotasi Bumi menciptakan efek pembelokan yang berbeda atau Coriolis.

"Jika Bumi tidak berotasi sama sekali, maka angin akan bertiup dari tekanan tinggi ke tekanan rendah," ujar Knaff. Namun karena Bumi berotasi, maka angin di belahan utara berotasi berlawanan arah jarum jam dan di selatan berotasi sesuai gerak jam di sekitar kawasan tekanan rendah.

Badai membutuhkan cadangan air hangat sebagai bahan bakar, karena itu mereka hanya terbentuk di daerah ketinggian rendah. Begitu badai terbentuk, ada beberapa kondisi bisa membunuh dan menghentikan badai.

Ketika ada beberapa kecepatan angin berbeda di ketinggian berbeda, dikenal sebagai lapisan masif angin vertikal, maka badai bisa dipukul dan dihentikan. Ketika badai bermigrasi ke utara, salah satu potensi penghenti badai adalah perairan dingin, yang tak memiliki energi panas untuk tetap mendorong terciptannya badai, dan ketika badai menghantam daratan, hal serupa pun terjadi.

Saat ilmuwan melacak badai dari satelit, mereka mencari fitur yang memberi petunjuk mengenai kekuatan badai. Contoh, salah satunya dengan mata badai biasanya lebih kuat ketimbang mereka yang tanpa badai. Kemudian mereka dengan kurva lebih besar juga lebih kuat ketimbang badai dengan kurva lebih sedikit.

Sehingga meski badai mungkin terlihat mirip sekilas, "Mereka terlihat sepenuhnya berbeda dalam gambar satelit menurut mata terlatih," ujar Knaff.

Sumber : http://berita.plasa.msn.com

3 komentar:

UL SaRy FrasTica mengatakan...

salam kenal xD
Btw keren blognya agan.

budi os 19 mengatakan...

menarik sekali info nya mas.. :)
sukses slalu ya :)

Heru Setiawan mengatakan...

terima kasih Mbak UL dan Mas bud... terima kasih udah mampir :)

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls